Bantuan Dharmais Tak Pernah Berhenti
  Dalam usaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan, salah satu terobosan yang dilakukan Pak Harto adalah mengikutsertakan peran masyarakat luas. Lebih spesifik lagi mengajak pengusaha sukses supaya menyisihkan keuntungannya untuk orang miskin. Istilah Pak Harto tempo hari "penanaman modal akhirat." Sebab, mereka yang sukses, jangan hanya menikmati kesenangan hidup di dunia saja, tapi coba memikirkan yang akhirat.

Komitmen Yayasan Dharmais tidak akan luntur dalam melaksanakan misi sosialnya, karena hal ini sudah Mmmenjadi komitmen Pak Harto yang mendirikan Yayasan Dharmais tahun 1975. Penegasan ini diungkap Ketua Pengurus Yayasan Dharmais, Bustanil Arifin, SH.
Dalam percakapan dengan, Bustanil Arifm mengatakan, pendirian Dharmais 32 tahun lalu didasari keluhuran budi Pak Harto, keikhlasan hati, dan kesediaannya berkorban dalam membantu masyarakat yang kurang beruntung dalam hidupnya, khususnya fakir miskin dan anak terlantar. Hal ini sesuai amanat pasal 34 UUD 1945 yang menyebutkan fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
Sebagai Presiden waktu itu, tentunya Pak Harto mengetahui kondisi negara belum dapat melaksanakan amanat UUD tersebut secara optimal. Oleh karena itu, dalam usaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan, salah satu terobosannya yang dilakukan adalah dengan mengikutsertakan peran masyarakat luas, lebih spesifik lagi adalah pengusaha yang sukses. Apalagi, pembangunan itu merupakan pengamalan Pancasila.
Intinya, kata Bustanil, untuk mengatasi masalah yang dihadapi anak yatim piatu, anak terlantar, dan orang tua jompo yang diasuh di panti-panti asuhan, Pak Harto tidak mendirikan panti asuhan. Tapi mendirikan Yayasan Dharmais. Melalui Dharmais inilah bantuan disalurkan ke panti-panti asuhan di seluruh tanah air.
Untuk mengatasi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memerangi kemiskinan, terutama anak yatim piatu, Pak Harto mengajak para pengusaha sukses untuk menyi-sihkan keuntungannya untuk orang-orang miskin. "Istilah Pak tempo hari "penanaman modal akhirat." Sebab, mereka yang sukses, jangan hanya menikmati kesenangan hidup di dunia saja, tapi coba memikirkan yang akhirat. Untuk itu Pak Harto berharap kepada mereka membantu menyisihkan sedikit dari laba usahanya. Kalau dapat keuntungan Ketua Pengurus Yayasan Dharmais, Bustanil Arifin, SH.

100 juta ke atas, disumbangkan dua persen untuk masyarakat miskin melalui Yayasan Dharmais. Untuk mengawalinya Pak Harto nyumbang 10 juta uang pribadinya.
Dalam perjalanannya kemudian, dana itu berkembang, dan kini menjadi dana abadi. Hasil deposito dana abadi itulah yang dialokasikan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial Dharmais, kata Bustanil.
Sejak dilaksanakan mulai tahun 1976 sampai 2006, bantuan yang sudah disalurkan Dharmais khusus ke panti-panti asuhan yang jumlahnya 1.500 panti, nilainya mencapai Rp. 716,4 miliar. "Untuk 2007 ini, kita mengalokasikan dana sekitar Rp 28,5 miliar untuk membantu biaya makan dan kesehatan sekitar 47.500 anak yatim piatu, anak terlantar, penyandang cacat dan orang tua jompo yang ada di 1.500 panti di seluruh tanah air," ujar Bustanil.
Adapun indeks bantuan untuk panti Rp. 50.000 per anak per bulan. Santunan ini dimaksudkan sebagai tambahan biaya makan anak panti Rp 45.000 per
anakper bulan, dan Rp. 5.000 untuk biaya perawatan kesehatan mereka. Bantuan tersebut disalurkan melalui lima bank pemerintah, yakni Bank Rakyat Indonesia, Bank Tabungan Negara, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia dan Bukopin.
Selain itu, pada tahun 2007 ini Dharmais juga mengalokasikan dana sebesar Rp 8,28 miliar lebih. Dana ini untuk membiayai berbagai kegiatan sosial di luar bantuan biaya makan anak panti. Antara lain bantuan paket lebaran untuk 47.500 anak panti dan bing-kisan lebaran bagi 1000 anggota veteran DKI Jakarta; bantuan anak asuh melalui GNOTA; bantuan untuk Puskesmas Seroja Bekasi; bantuan untuk membiayai operasi katarak dan bibir sumbing yang dilaksanakan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami), dan Perhimpunan Dokter Ahli Bedah Plastik Indonesia (PERAPI). Kemudian untuk membiayai program Pesantren Singkat Pelatihan Usaha Produktif (PSPUP); bantuan Cangkok Mata; bantuan kepada penderita Thalasaemia Indonesia; pembiayaan operasional Perpustakaan Keliling; dan pengadaan sapi untuk kurban hari raya Idul Adha.
Untuk kegiatan PSPUP yang sudah dan akan dilaksanakan di lima daerah, yakni Bogor, Yogjakarta, Magetan, Bondowoso dan Balikpapan, dialokasikan dana sebesar Rp. l,674 miliar lebih. Program PSPUP yang dilaksanakan sejak April 2000, merupakan sumbangsih Dharmais dalam mempersiapkan generasi muda harapan bangsa menjadi pelaku ekonomi yang handal. Program PSPUP bertujuan untuk membantu pemerintah dalam mengatasi masalah anak jalanan, remaja putus sekolah yang belum mempunyai pekerjaan. Dalam pelaksanaannya yayasan bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan Pondok- pondok Pesantren (Ponpes).
Sejak program PSPUP dilaksanakan mulai tahun 2000, hingga tahun 2006, Yayasan Dharmais telah menyuntik bantuan sekitar Rp 12 miliar. Dan tercatat ribuan alumninya yang berhasil dan hidup secara mandiri

Mengembangkan program
Tidak sulit bagi kita untuk mengurai prestasi yang diukir Yayasan Dharmas dalam melaksanakan misi sosialnya. Pasalnya, selama 32 tahun yayasan ini tak pernah berhenti dalam menyalurkan bantuan.
Pada dasarnya, misi utama yayasan adalah memberi bantuan tetap kepada panti-panti asuhan di seluruh tanah air, agar anak yatim, anak terlantar dan orang tua jompo dapat mengecap hidup layak meskipun berada di panti-panti. Tapi, karena kompleksnya ma-salah sosial yang dihadapi masyarakat di satu pihak, di pihak lain terbatasnya kemampuan pemerintah dalam mengatasi masalah sosial yang dihadapi masyarakat miskin, mendorong yayasan mengembangkan program sosial lainnya.
Dibidang kesehatan, misalnya, ketika pemerintah mengalami kesulitan untuk menanggulangi penyakit kanker, atas gagasan dan dorongan Pak Harto, membangun Rumah Sakit Kanker. Rumah sakit yang dilengkapi peralatan kedokteran serba mutakhir, bertujuan untuk membantu pengobatan penderita kanker, sehingga penderita tidak perlu berobat ke luar negeri.


BANTUAN YAYASAN DHARMAIS: RS Kanker Dharmais Jakarta dibangun dengan biaya 112 miliar lebih. Tahun 1994 diserahkan kepada pemerintah secara gratis.
itu, rumah sakit ini dapat digunakan kalangan medis untuk memperdalam ilmu kedokteran. Rumah sakit yang dibangun dengan biaya Rp 112,4 miliar, pada November 1994 diserahkan kepada pemerintah cq Departemen Kesehatan secara cuma-cuma.
Selain itu, untuk membantu rumah sakit dalam melayani masyarakat miskin, Yayasan Dharmais juga menyumbang peralatan kedokteran, seperti Dexa Bonendensitrometri senilai Rp. 375 juta, dan peralatan Laser Candela senilai Rp. 981,5 juta kepada RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Kemudian membantu peralatan kedokteran mata senilai Rp. 137 juta pada FKUI RSCM. Bantuan peralatan Sleep Lab Terpadu senilai Rp 998 juta kepada RS Persahabatan; Renovasi RS Bersalin Parsudi Rahayu, Magelang Rp.50 juta, dan Biaya Operasional Puskesmas Seroja Bekasi.
Masih di bidang kesehatan, sumbangsih nyata lainnya adalah membantu operasi mata katarak dan bibir sumbing gratis bagi masyarakat miskin. Penyelenggaraan kedua program ini bersinergi dengan PERDAMI dalam pelayanan operasi mata katarak, dan PERAPI dalam pelayanan operasi bibir sumbing dan langitan, berlanjut hingga saat ini.
Sejak tahun 2002, Yayasan Dharmais mengadakan kerja sama dengan Perkumpulan Penyantun Mata Tuna Netra Indonesia (PPMTI/Bank Mata Indonesia Cabang Utama DKI Jakarta. Kerja sama ini bertujuan untuk membantu operasi pencangkokan mata dari donor kornea, sehingga penderita dapat melihat kembali. Selanjutnya, sejak Oktober 2002, Yayasan Dharmais bersama-sama Yayasan Supersemar, Yayasan Dakab, dan Yayasan Damandiri memberikan bantuan kepada PEROSI (Perhimpunan Osteoporosis Indonesia) untuk pembelian alat diagnosis osteoporosis (kerapuhan tulang). Alat ini ditempatkan di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta.
Di samping digunakan untuk mem-berikan pelayanan kepada penderita osteoporosis, alat ini juga digunakan untuk pendidikan para dokter seluruh Indonesia yang akan memperdalam keahlian di bidang osteoporosis (keropos tulang).

Yayasan Dharmais juga bersinergi dengan Yayasan Thalasemia Indonesia. Kerjasama ini dimaksudkan untuk membantu penyelenggaraan operasi limpa, pengadaan obat desferal, serta transfusion set bagi penderita thalasemia yang tidak mampu. Dengan upaya ini , diharapkan kualitas hidup penderita menjadi lebih baik.
Sebagai organisasi sosial yang bergerak di bidang usaha kesejahteraan sosial, sumbangsih nyata Yayasan Dharmais tidak hanya dalam lingkup membantu panti dan di bidang kesehatan.
Lebih dari itu yayasan juga memberi kontribusi yang signifikan dalam mempersiapkan generasi muda harapan bangsa menjadi pelaku ekonomi yang handal. Program yang diberi nama PSPUP, bertujuan untuk mem-bantu pemerintah dalam mengatasi masalah anak jalanan, remaja putus sekolah yang belum mempunyai pekerjaan. Program ini dikembangkan oleh yayasan sejak April 2000. Dalam pelaksanaannya yayasan bersinergi
dengan Pemerintah Daerah dan Pondok Pesantren (Ponpes).
Untuk mendorong minat baca para siswa yang tidak mampu, sejak tahun 2002 yayasan meluncurkan Program Mobil Unit Perpustakaan Keliling, yang yang secara rutin mengunjungi sekolah-sekolah, daerah perumahan kumuh, pondok pesantren, dan gelang-gang remaja di wilayah DKI Jakarta. Perpustakaan keliling ini berisi koleksi-koleksi buku fiksi (cerita yang bersifat hiburan), dan nonfiksi (pengetahuan ilmu sosial, bahasa, ilmu-ilmu murni, teknologi, kesenian, kesastraan, dan sejarah). Sampai saat ini, ada tiga unit mobil yang beroperasi setiap hari kerja.
Dibidang kesejahteraan, yayasan membangun 2.810 unit rumah sederhana tipe 21,36 dan 45 di Jakarta, Jawa Barat, Jawa tengah, Jawa Timur, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jam-bi, Bengkulu dan Sumatera Selatan. Dalam program ini yayasan bersinergi dengan Korps Cacat Veteran Republik Indonesia (KCVRI) dan Pemerintah Daerah.
 
  Berita Sebelumnya  
  :: 32 Tahun Yayasan Dharmais Sumbangsih Pak Harto Untuk Bangsa  
  :: Mari Sejenak Merenung  
  :: Kiprah Yayasan Dharmais Bantu Masyarakat  
  :: Ketua Yayasan Dharmais Bustanil Arifin, SH: Akan Berikan Pula Bantuan Usaha Ekonomi Produktif  
  :: Mempersiapkan Generasi Yang Mandiri  
  :: PSPUP, Sumbangsih Nyata Dharmais Menyemai SDM Yang Tangguh  
  :: BANTUAN SOSIAL YANG SUDAH DAN AKAN DISALURKAN YAYASAN DHARMAIS KEPADA MASYARAKAT YANG KURANG MAMPU TAHUN 2006  
  :: 31 Tahun Yayasan Dharmais Konsisten Melaksanakan Program Sosial  
  :: Yayasan Dharmais 31 Tahun Mengabdi Tanpa Putus  
  :: KH. M. Ma’shum  
 
Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra

Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi DHARMAIS : redaksi@dharmais.or.id
Copyright © 2004 dharmais.or.id
design by
Visionnet