Terasa sekali manfaatnya, Cerita dari Pesantren Assidiqiyah, Jakarta Barat
  Kunjungan perpustakaan keliling tidak terbatas pada sekolah negeri. Setiap hari Jumat sekitar pukul 10.00 WIB, bus putih melaju dari kawasan Kuningan menuju daerah Kedoya-3akarta Barat. Pesantren Assidiqiyah itulah tujuannya. Sesuai namanya, selain menyelenggarakan pendidikan formal, para murid tinggal di asrama untuk memperoleh pendidikan ilmu agama Islam secara intensif. Pendidikan formal yang diselenggarakan meliputi SMP dan Aliyah. Jadwal kehidupan pesantren yang padat terkadang membuat mereka jenuh. Datangnya perpustakaan keliling menjadi hiburan tersendiri untuk mengisi waktu istirahat mereka.

Berbeda dengan sekolah lain, buku-buku yang dipinjam boleh diinapkan sampai kunjungan minggu berikutnya. Kebijakan ini dikarenakan waktunya berkurang dengan adanya sholat Jumat. Sistem pengembalian di pesantren ini juga tertib sehingga pihak perpustakaan keliling mempercayainya. Tidak seperti di SD, peminjaman buku dilakukan dengan pelayanan sendiri. Murid-murid mencari buku favoritnya ke dalam bus secara antre. Oleh karena itu, untuk mengurangi kepadatan, tiap minggu digilir antara murid laki-laki dan perempuan. Muhammad Lutfi sering meminjam buku dari perpustakaan keliling untuk mengisi waktu luangnya. Apalagi rutinitas kegiatan sekolah dan pesantren yang terkadang membuat jenuh, kehadiran perpustakaan keliling dapat menjadi hiburan. Karena itulah, buku-buku yang Lutfi pinjam bukan buku pelajaran. "Jujur aja sih, saya suka baca cerita novel, perkembangan teknologi terbaru, dan eksiklopedi. Kita cari yang lain biar tidak bosan", tutur murid kelas III Aliyah ini mengenai buku pilihannya.
Walaupun sebagai pelarian kejenuhan, membaca buku yang berbobot pastilah membawa manfaat. Lutfi pun merasakannya. "Terasa sekali manfaatnya, jalan pikiran kita terbuka dan menambah wawasan", kata murid jurusan IPA ini. Adanya perpustakaan keliling juga melengkapi perbendaharaan buku di perpustakaan sekolah. Untuk saat ini, Lutfi belumenyarankan untuk menambah koleksi buku di perpustakaan keliling karena saat ia memilih buku pasti ada buku yang diminati. Namun, untuk ke depan ia berpesan agar koleksi bukunya ditambah. Tugas sekolah yang dikerjakan pada waktu luang membuat Istiqomah dan Winda kadang tidak meminjam buku perpustakaan keliling. Namun, itu tidak menutup kemungkinan keduanya untuk tetap membaca, yaitu dengan meminjam buku pinjaman temannya. Winda yang sudah terbiasa baca sebelum masuk pondok pesantren merasakan ada suatu yang tidak enak jika waktu luangnya tidak digunakan untuk membaca. Rasa penasaran Winda terhadap novel karangan Mira W. terobati dengan adanya perpustakaan keliling yang mengoleksi novel tersebut. Koleksi buku kartun Biologi yang menyajikan gambar-gambar menarik, tetapi sarat dengan ilmu membuat murid kelas II SMP ini tertarik pada Biologi yang selama ini dimusuhi.
Istiqomah yang akrab dipanggil Isti memilih novel, buku psikologi, dan syair karya Khalil Gibran sebagai bacaan favoritnya. "Baca novel saat boring", kata murid kelas II Aliyah ini. Buku pelajaran sekolah pun tidak ia abaikan untuk dipinjam karena cukup membantu dalam menyelesaikan tugas sekolah.
Menurut pengamatannya, hadirnya perpustakaan keliling membawa dampak positif bagi teman-temannya. "Lihat temannya baca, iseng buka-buka bukunya, terus ikut-ikutan baca", jelasnya tentang meningkatnya minat baca teman-temannya dengan adanya perpustakaan keliling. Namun, ada satu hal yang kurang disukai, yaitu berjubel di dalam bus saat memilih buku.
 
  Berita Sebelumnya  
  :: Perpustakaannya datang... Cerita dari pelajar SD Angkasa 12, Jakarta Timur  
  :: Pelangi Perjalanan Unit Perpustakaan Keliling, Menyingkap Pengetahuan Tanpa Batas  
  :: Warakawuri juga harus berkarya, Cerita dari veteran Malang, Jawa Timur  
  :: Hati sakit jika melihat kondisi sekarang, Cerita dari veteran Sleman, Yogyakarta  
  :: Ini sudah tugas dan sumpah prajurit, Cerita dari Veteran Wisma Seroja, Bekasi  
  :: Sekarang kami dianggap sampah, Cerita dari Korps Cacat Veteran RZ, Jakarta Selatan  
  :: Pelangi Perjalanan Veteran, Pengorbanan yang Tak Sia-Sia  
  :: Saya mendapatkan kebahagiaan, Cerita dari Panti Werdha Hanna, Bogor  
  :: Hidup adalah perjuangan, Cerita dari Panti Werdha Budhi Darmo, Yogyakarfa  
  :: Kami hanya butuh ketenangan, Cerita Panti Werdha Senjarawi, Bandung  
 
Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra

Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi DHARMAIS : redaksi@dharmais.or.id
Copyright © 2004 dharmais.or.id
design by
Visionnet