Sentuhan anaknya sangat diharapkan mereka, Cerita dari pengurus Panti Werdha Hanna, Bogor
  Dari kota Bandung, perjalanan kisah kasih Dharmais beralih ke kota yang sejuk dan pernah menjadi basis pemerintahan Indonesia karena di sini berdiri istana kenegaraan zaman presiden RI pertama, yakni Bogor. Di arah Barat kota ini, tepatnya di Jl. Skip Kelurahan Lawang Gintung, berdiri satu papan nama panti werdha yang kami maksud di antara sederetan rumah pemukiman yang bersih dan terawat.


Di tempat ini, Anda akan kami ajak untuk bertemu dengan pimpinan panti. Berbadan gemuk, dengan warna kulit hitam, ditambah dengan wajahnya yang begitu kaku dan dingin menjadikan kami agak sedikit takut untuk membuka omongan. Namun, sapaan yang lembut dari ibu ini membuat yakin bahwa di balik wajahnya itu tersimpan keramahan dan kedamaian yang dalam. Ibu Leni, demikian nama pimpinan panti ini, yang sampai sekarang masih tetap rela memilih tidak berkeluarga untuk mengabdikan dirinya mengurus lansia di kota ini hingga layaknya seperti mengurus orang tua sendiri.

Untuk mengurus para lansia yang ada di sini, Ibu Leni dibantu oleh empat rekan lainnya yang selalu setia dalam menangani para lansia. Diomelin adalah hal yang biasa diterima setiap waktu oleh pengasuh lansia di sini. "Habis gimana, kalau diomongin balik ia yang ngomelin kita", jelas salah seorang pengasuh yang sudah sembilan tahun berada di tengah-tengah para lansia ini.

Seperti kebanyakan pengasuh lain, Ibu Titin begitu ia sering disapa, mulanya tidak betah untuk mengurus mereka dengan alasan sikap para lansia yang kurang bersahabat selalu ditemuinya setiap hari. Melakukan pekerjaan dengan sepenuh hati dan tulus, merupakan salah satu cara untuk lebih membuat ia merasa nyaman dengan pekerjaan sehari-harinya. Selain itu, ia menganggap lansia yang ada di panti tersebut sebagai orang tuanya sendiri. Dengan demikian, ia akan lebih tegar menghadapi lansia setiap hari.

Bagi para lansia yang sakit dan merindukan anaknya datang menengok, para pengasuh sering berpura-pura berperan sebagai anaknya. Maklumlah, tak sedikit para lansia yang sering merindukan anaknya, tetapi anaknya tidak kunjung datang. Berpura-pura memutarkan nomor telepon si anak sehingga lansia seolah-olah berbicara dengan anaknya adalah salah satu cara yang sering digunakan. Padahal, itu adalah nomor panti juga. Dengan trik seperti itu, lansia yang rewel dapat reda untuk sementara waktu. "Kadang-kadang kita juga nggak tega untuk membohongi mereka", jelas pengasuh yang lain. Akan tetapi, hal tersebut dilakukan demi kebaikan para lansia juga. Kalau tidak menggunakan cara itu, mereka akan terus meronta-ronta meminta ketemu dengan anaknya. "Sentuhan anaknya sangat berguna untuk menyembuhkan mereka yang sedang sakit", jelas Ibu Nani yang juga mengabdikan dirinya sebagai pengasuh di panti werdha ini. Meskipun terbilang belum cukup lama, Ibu Nani sudah merasakan bagaimana menjadi pengasuh di panti ini. "Mengasuh lansia sebenarnya sangat mudah sebab sifat mereka sudah kembali seperti anak-anak lagi. Sabar adalah salah satu caranya lantaran para lansia tersebut sering bertingkah laku aneh", jelas Ibu Nani dengan diikuti anggukan oleh temannya.

 
  Berita Sebelumnya  
  :: Mereka sudah kami anggap sebagai orang tua sendiri, Cerita dari pengurus Panti Werdha Usia Senjarawi, Bandung  
  :: Kepedulian Pengurus Panti Werdha, Membahagiakan mereka di saat-saat terakhir  
  :: Kepedulian Perdami dan Pegawai Rumah Sakit, Gulitamu Berakhir  
  :: Semua tidak hanya diukur dengan uang, Cerita dari RSHS, Bandung  
  :: Kepedulian Pengurus Perapi, Sebuah Sentuhan Abadi  
  :: Pelatihan ini dapat memperluas dan menciptakan lapangan pekerjaan, Cerita dari pelatihan usaha produktif Kalimantan Timur  
  :: Bangun negeri ini dengan kekuatan usaha kecil menengah, Cerita dari Pengurus Pesantren Kilat AI-Kamal, Jakarta Barat  
  :: Berpeganglah terus pada ilmu agama, Cerita dari pengurus Pesantren Kilat, Kulonprogo  
  :: Kepedulian Pengurus Pesantren Kilat, Menuangkan Harapan Nyata  
  :: Pandangan mereka akhirnya berubah, Cerita dari pengurus SLB Dria Raba, Denpasar  
 
Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra

Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi DHARMAIS : redaksi@dharmais.or.id
Copyright © 2004 dharmais.or.id
design by
Visionnet